Jumat, 13 Februari 2015

Tips Bisnis : Rekening Bisnis dan Pribadi Harus Terpisah

Satu penyebab utama kegagalan usaha dipicu oleh kesalahan dalam manajemen keuangan. Terlalu berkonsentrasi dalam bisnis dan tak menyisihkan waktu sama untuk menangani masalah manajemen keuangan bisa membuat masalah ini makin parah. 

 Solusi yang bisa ditempuh untuk perencanaan dan pencegahan masalah ialah dengan membuka rekening bank hanya untuk bisnis. Pilih bank yang memberikan kenyamanan sesuai kebutuhan Anda sebagai entrepreneur. Pastikan bank tersebut memeriksa rekening secara berkala dan alokasikan biaya pemeriksaannya. Bila perlu, hubungkan rekening pribadi Anda dengan rekening bisnis Anda sehingga proses transfer akan lebih mudah. Untuk membuka rekening bank untuk bisnis, Anda membutuhkan dokumen-dokumen tertentu. 

Periksa lagi tumpukan dokumen di kantor Anda, apakah Anda bisa temukan dokumen yang diperlukan? Dengan membuka rekening bisnis secara terpisah. Saat membuka rekening, pastikan membawa lembar dokumen yang diperlukan untuk memverifikasi keberadaan bisnis Anda, seperti tagihan telepon dan laporan kartu kredit atas nama perusahaan. Terdapat aturan sederhana yang perlu diketahui saat menggunakan rekening bank untuk bisnis. Pertama, jangan gunakan rekening bisnis untuk pengeluaran pribadi. Selanjutnya, jangan pula gunakan rekening pribadi untuk pembiayaan bisnis 

Mayoritas pemilik bisnis tidak mengindahkan hal ini sehingga di kemudian hari saat bisnis sedang limbung, keuangan pribadi ikut terkena imbasnya. Saat menghabiskan uang untuk bisnis, gunakan akun bisnis dan sebaliknya. Saat uang dari kegiatan bisnis masuk, taruhlah di rekening bisnis. Jika Anda berpegang teguh pada prinsip sederhana tetapi fundamental ini, semuanya akan jauh lebih mudah setelahnya.

Sabtu, 07 Februari 2015

5 Tanda Anda Membutuhkan CoWorking Space Sebagai Tempat Bekerja




Berikut merupakan tanda-tanda anda sedang membutuhkan Coworking space sebagai tempat bekerja 

1. Anda kesepian saat bekerja di rumah Bekerja dari rumah memang menyenangkan, tapi kebanyakan pekerja kreatif mendapatkan ide-idenya saat berinteraksi dengan orang lain. Anda bisa saja pergi ke cafe, tapi anda pasti tidak akan bertanya kepada orang asing yang duduk di sebelah meja anda mengenai apa profesi mereka, atau apa proyek yang sedang mereka kerjakan. Demikian juga sebaliknya. Interaksi adalah keuntungan utama dalam Coworking. Kami bahkan menjadikan kesediaan berinteraksi ini sebagai pertimbangan utama dalam menerima anggota. Kami benci ‘zombie effect’ mereka yang duduk di pojok, fokus pada layar komputer dan tidak berkata sepatah katapun seharian. Anda mungkin berpendapat bahwa berinteraksi dengan orang lain tidaklah banyak menolong bahkan mengganggu pekerjaan anda. Tidak di Coworking . Meskipun terkadang anda ‘terjebak’ dalam pembicaraan santai dengan sesama Coworker , selalu ada sisi produktif dalam pembicaraan itu, dan anda akan kembali ke pekerjaan anda dengan lebih terinspirasi. 

2. Anda butuh motivasi untuk bekerja Anda akhirnya bisa melepaskan diri dari tuntutan kerja 9-to-5 yang melelahkan, terbebas dari keharusan commuting dan boss yang terus menerus mengintip layar monitor anda dari belakang leher anda. Tapi mampukah anda menahan godaan untuk tidur-tiduran diatas sofa, bermain game, menonton televisi, mensortir koleksi MP3 anda, atau chatting via Facebook selama jam kerja anda di rumah? Jika mampu, syukurlah. Tapi anda pasti kalangan minoritas. Ada sesuatu yang ajaib saat kita bekerja di sebuah coworking space: saat kita dikelilingi oleh orang-orang kreatif yang asyik mengerjakan hal-hal kreatif yang menarik dan hebat, anda pasti malu hati dan merasa rugi sendiri kalau hanya membuang-buang waktu. Anda pasti akan bertanya-tanya ‘apakah aku juga sedang mengerjakan sesuatu seperti mereka? Jika tidak, barangkali sudah saatnya aku memulai ...’ . 

3. Anda senang mempelajari hal-hal baru. Karena sifatnya yang terbuka dan discussion-friendly, anda akan terekspos pada hal-hal baru yang mungkin tidak bisa anda dapatkan di tempat lain. Bisa saja itu keahlian baru, pandangan baru terhadap makna hidup, atau sekedar rekomendasi mengenai tempat jajanan baru. Dan anda bisa mempelajari ini secara sambil lalu, tanpa harus menyisihkan waktu khusus dengan syarat anda bersedia melepas earphone iPod anda dan mulai mendengarkan orang lain. Sebaliknya, anda juga harus bersedia menyumbangkan sesuatu yang positif bagi komunitas pengalaman, keahlian, atau sekedar saran. Ingat, kami akan membuat undian di saat-saat tak terduga: mereka yang mendapat giliran harus bersedia mempresentasikan karyanya apapun itu didepan anggota yang lain. 4. Kehidupan Profesional dan Pribadi anda kacau balau Anda akhirnya berhasil keluar dari pekerjaan rutin, namun terbentur masalah terbaik yang mungkin dihadapi oleh seorang pekerja mandiri: tumpukan pekerjaan yang tidak mungkin diselesaikan dengan 40 jam per minggu. Awalnya tidak ada masalah. Anda bisa bangun di tengah malam, membuat kopi dan kemudian bekerja dan mengecek email hingga pagi tiba sambil memakai piyama anda. Tapi pertimbangkan hal berikut: jika anda terus-menerus menjawab email pada jam 

 4 pagi, mereka berasumsi bahwa jika mereka mengirim email pada jam itu, anda akan segera menjawabnya. Jika tidak, mereka menganggap anda tidak bertindak profesional. Dan jika anda punya pasangan, kemungkinan besar kebiasaan baru anda itu akan merusak hubungan pribadi anda. Dengan memisahkan ruang kerja dengan rumah, Coworking membuat anda para pekerja mandiri mampu memisahkan kehidupan profesional dengan kehidupan pribadi anda. 

5. Membuat kantor sendiri tidaklah efisien bagi anda Bahkan jika anda mampu membuat kantor sendiri, tidak berarti keuntungan anda otomatis akan berlipat ganda. Kemampuan untuk berbagi biaya setup dan operasional dari sebuah kantor adalah salahsatu keuntungan Coworking yang menarik banyak orang. Dengan 150-400K per bulan, anda bisa mendapatkan wi-fi tak berbatas, layanan office boy, fax, fasilitas pencetakan, dan ruang pertemuan. Tidak itu saja: dengan mengatasnamakan banyaknya anggota, skema-skema diskon dan sponsorship bisa didapatkan dengan lebih mudah diskon pengadaan komputer atau asuransi kesehatan, misalnya (ingat: pekerja mandiri tidak diasuransikan perusahaan). Bahkan jika anda sudah bekerja di (atau memiliki) perusahaan pun, sekali-sekali bekerja di Coworking Space akan memperluas jaringan bisnis anda, yang mungkin berujung pada bertambahnya klien anda!

Kamis, 05 Februari 2015

Kebiasaan Pengusaha Sukses yang Wajib ditiru




Bila kita ingin menjadi Pengusaha yang sukses semestinya mengikuti kebiasaan para Pengusaha yang telah sukses. Berikut ini 7 kebiasaan para Pengusaha sukses yang patut untuk ditiru:
  1. Bangun pagi Membiasakan diri bangun pagi adalah langkah awal untuk menjadi pengusaha yang sukses. Biasakan untuk bangun pagi sebelum jam 5 pagi. Dan bagi muslim sebenarnya sudah diwajibkan untuk bangun pada waktu subuh, antara jam 4 – 5 pagi untuk mengawali hari dengan Sholat Subuh. Jadi ada atau tidak ada rencana kerja di pagi hari, tetap lakukan bangun di awal pagi. Dengan bangun pagi kita bisa melakukan pekerjaan yang lebih bermanfat seperti, membuat jurnal, membuat rencana mingguan, olahraga atau sekedar membuatkan sarapan untuk anak-anak sehingga mempererat ikatan dengan anggota keluarga.
  1. Fokus pada hal yang lebih penting Fokus pada pekerjaan yang lebih penting merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Apalagi banyak hal yang bisa mengalihkan fokus kita seperti, mengecek status twitter, facebook dan email, hal tersebut merupakan pengganggu fokus terbesar saat ini. Seorang pengusaha yang ingin sukses harus mampu mengatasi gangguan ini dan tetap fokus pada hal yang lebih penting pada bisnisnya.
  1. Memiliki obsesi untuk menghasilkan nilai (value) yang lebih baik Banyak orang berpendapat bila ingin sukses harus menghasilkan produk atau jasa yang mampu memenuhi keinginan pelanggan. Tetapi untuk menjadi pebisnis sukses harus mampu menghasilkan produk dan jasa yang memiliki value (nilai) lebih bagi masyarakat, baik itu berupa produk, proses, komunikasi, follow-up, servis, konten, hubungan dan konteks yang bernilai. Jadi tidak sekedar bisa memenuhi keinginan customer. Jika kita selalu terobsesi untuk memberikan value, mengukur value dan selalu berusaha untuk meningkatkan value produk dan bisnis kita, maka kita telah meniti kesuksesan, karena tidak ada cara yang lebih baik untuk melayani customer selain selalu berusaha memberikan value yang lebih baik pada bisnis kita.
  1. Menjaga Kesehatan Menjalankan bisnis memerlukan ketahanan fisik dan mental. Oleh karenanya kita harus menjaga stamina agar selalu memiliki energi yang tinggi sepanjang hari. Pengusaha yang sukses memiliki kebiasaan yang sehat dengan selalu berolahraga, makan makanan yang sehat dan beristirahat yang cukup. Bila kita telah melakukan kebiasaan sehat ini maka kita telah berinvestasi untuk membuat kerja kita lebih podukif.
  1. Selalu mencari tahu kesenjangan dengan customer Seorang Pengusaha sukses selalu bertanya apa yang kurang dari bisnisku? Selama kita selalu dekat dengan pelanggan dan selalu meminta feedback mereka, kita akan mengetahui kesenjangan dengan customer, bagaimana kita mengkomunikasikannya dengan mereka dan apa yang diinginkan customer. Dengan cara mencari kesenjangan antara bisnis kita dengan harapan yang diinginkan customer merupakan cara yang lebih baik untuk meraih kesuksesan, daripada mencari kebutuhan calon customer kemudian baru membuat produknya. Kuncinya adalah pahami keinginan customer untuk mendapatkan informasi, produk dan servis yang mereka cari.
  1. Berinteraksi dengan orang lain Saat ini berbisnis bisa dilakukan tanpa berinteraksi dengan orang lain di luar kantor kita. Tetapi manusia memerlukan interaksi untuk hidup. Jika kita ingin berkembang, belajar dan memahami orang lain, maka kita harus keluar kantor dan berinteraksi dengan orang lain. Menghadiri seminar, minum kopi dengan customer atau kawan-kawan. Dari interaksi di luar kantor ini kita bisa belajar hal-hal baru yang belum kita pahami, bisa mendapatkan partner strategis, dan peluang-peluang lain yang bisa mengembangkan bisnis kita.
  1. Senang belajar dan senang berbagi Saat ini banyak Pengusaha yang sukses mengembangkan bisnisnya, dan perusahaan bisa melakukan penjualan yang tinggi. Untuk menjadi pengusaha kita harus selalu belajar, tetapi Pengusaha yang sukses juga harus mampu membagikan kiat-kiat suksesnya kepada karyawannya bahkan kepada pengusaha lainnya agar mencapai kesuksesan seperti dirinya. Banyak Pengusaha sukses tetapi sulit untuk mengajar atau berbagi kepada orang lain agar sukses seperti dirinya. Seharusnya Pengusaha yang sukses terus belajar bagaimana cara membagikan ilmunya kepada orang lain agar dirinya memiliki value atau nilai lebih bagi masyarakat.

Sabtu, 24 Januari 2015

Tips Bisnis : Empat Langkah Agar Berani Memulai Bisnis



Ketakuan memulai bisnis merupakan hal yang manusiawi. Apalagi, jika seseorang melihat dengan mata kepala sendiri orang terdekat atau kenalan mereka gagal dalam usaha. Tak ayal, banyak orang yang hanya punya keinginan untuk berbisnis tapi tak pernah mewujudkan keinginan tersebut. Perlu dipahami juga, untuk membesarkan usaha pasti akan melewati banyak tantangan dan risiko yang tinggi. Namun, tantangan itu bisa di jadikan pelecut semangat untuk membesarkan bisnis Anda. Berikut beberapa tips untuk membuat Anda berani memulai bisnis:
  1. Melawan mitos berbicara bisnis Sering kali calon pelaku usaha berpikir bahwa dibutuhkan pengetahuan dan keahlian yang mumpuni untuk memulai usaha. Padahal tidak perlu menjadi lulusan MBA untuk berbisnis. Apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan berbisnis? Coba berlangganan sebuah majalah bisnis dan baca sesuatu yang disuka. Melalui hal itu, bisa melihat bagaimana seseorang mengembangkan bisnisnya ataupun bagaimana menangani suatu masalah dalam berbisnis.
  1. Coba senangi bisnis kecil sebagai seorang pelanggan Tidak perlu langsung berpikir sebuah bisnis besar. Coba lirik sebuah bisnis kecil atau bisnis yang baru saja dimulai yang mungkin disukai. Cari tahu pengalaman atau cerita pemilik usahanya. Apa yang mereka lakukan untuk menjadi berbeda. Lantas berpikirlah sebagai seorang konsumen karena dengan cara itu semua bisa tahu apa yang menarik yang kiranya bisa diambil sebagai masukan untuk usaha yang akan dijalani sehingga bisa berkembang.
  1. Bergaul dengan pengusaha Salah satu cara terbaik untuk mempelajari bisnis adalah dengan berteman dengan sejumlah pengusaha. Tidak musti berteman dengan pengusaha yang kaya, tetapi bertemanlah dengan pelaku usaha yang biasa di mana dia bekerja untuk dirinya sendiri. Mulai dengan bergaul dengan pengusaha yang dekat dengan tempat tinggal. Itu bisa membantu menciptakan pemikiran, Jika mereka bisa, maka saya juga harus bisa. Bertemulah dengan pelaku usaha dari berbagai industri. Semakin beragam gaya kewirausahaan yang ditemui, maka semakin kaya pengalaman kita. Lantas bagaimana jika kita tidak kenal satu orang pun pengusaha? Mulailah bertanya dengan orang-orang untuk mengenalkan ke sejumlah pengusaha. Bisa juga dengan mengikuti sebuah kelompok lewat LinkedIn atau Facebook. Cari teman pelaku usaha dari sana. Siapa tahu bisa banyak bertemu pengusaha lewat jejaring sosial tersebut.
  1. Jadikan pengusaha sukses jadi panutan Pelaku usaha yang dijadikan contoh kiranya yang sudah terbukti kesuksesannya di dunia usaha. Mungkin kita tidak bisa berbincang dengan mereka secara dekat, tapi kita bisa melakukan analisa kesuksesannya. Kita bisa memilih sejumlah merek ataupun perusahaan yang kita sukai. Lalu, coba telaah pemilik usahanya melalui banyak hal seperti situs perusahaannya dan profil pengusahanya di media atau artikel lainnya. Bahkan mungkin ada buku mengenai otobiografi pengusaha tersebut yang bisa dibaca. Pelajari kepribadiannya dan gaya kepemimpinannya yang telah sedemikian rupa membentuk mereka atau perusahaan yang dijalankannya. Jika telah mulai berteman dengan pelaku usaha, belajar banyak dengan membaca apa pun, berpikir lebih mengenai seperti apa menjadi seorang pengusaha, maka akan tahu bahwa berbisnis tidak semenakutkan yang dipikir oleh banyak orang selama ini. Ayo, tidak perlu menunggu suatu waktu untuk menjadi wirausahawan, tapi sesegera mungkin untuk memulai usaha.